sabar adalah sifat mulya seorang muslim. Dengan sabar seorang
muslim akan mampu menjalani kehidupan dengan baik.
Ø Sabar merupakan perintah Allah swt
Hai orang-orang yang beriman, Jadikanlah sabar dan shalat
sebagai penolongmu, Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.
(QS. Al-Baqarah: 153)
Ada pula yang mengartikan: mintalah pertolongan (kepada Allah)
dengan sabar dan shalat.
Ø Pujian Allah bagi orang-orang yang sabar
Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu
kebajikan, akan tetapi Sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah,
hari Kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta
yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin,
musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan
(memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan
orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang
sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. mereka Itulah
orang-orang yang benar (imannya); dan mereka Itulah orang-orang yang bertakwa.
(QS. Al-Baqarah: 177)
Ø Allah mencintai orang-orang yang sabar
Dan berapa banyaknya Nabi yang berperang bersama-sama mereka
sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. mereka tidak menjadi lemah
karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak
(pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar.
(QS. Ali Imran: 146)
Ø Allah bersama orang-orang yang sabar
Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu
berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu
dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.
(QS. Al-Anfal: 46)
Ø Mendapatkan pahala surga dari Allah
(yaitu) syurga 'Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama
dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak
cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua
pintu; (sambil mengucapkan): "Salamun 'alaikum bima shabartum". Maka
Alangkah baiknya tempat kesudahan itu.
(QS. Ar-Ra’d: 23-24)
Artinya: keselamatan atasmu berkat kesabaranmu
Ø Diberikan kemenangan dan pertolongan Allah
Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bersiap-siaga, dan mereka
datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu
dengan lima ribu Malaikat yang memakai tanda.
(QS. Ali Imran: 125)
Ø Kesabaran merupakan “dhiya” (cahaya yang amat terang).
“... dan kesabaran merupakan cahaya yang terang...” (HR.
Muslim)
Ø Kesabaran merupakan sesuatu yang perlu diusahakan dan dilatih
secara optimal.
“...Barangsiapa yang menyabar-nyabarkan diri (berusaha untuk
bersabar), maka Allah akan menjadikannya orang yang bersabar....”(HR.
Bukhari)
Ø Kesabaran merupakan anugerah yang paling baik.
“...dan tidaklah seseorang itu diberi sesuatu yang lebih baik
dan lebih lapang daripada kesabaran....” (HR. Bukhari dan
Muslim)
Ø Kesabaran merupakan salah satu sifat sekaligus ciri orang
mukmin.
“Sungguh menakjubkan perkara orang yang beriman, karena segala
perkaranya adalah baik. Jika ia mendapatkan kenikmatan ia bersyukur, karena ia
mengetahui bahwa hal tersebut adalah memang baginya. Dan jika ia tertimpa
musibah atau kesulitan, ia bersabar karena ia mengetahui bahwa hal tersebut
adalah baik baginya.” (HR. Muslim)
Ø Seseorang yang sabar akan mendapatkan surga.
“Sesungguhnya Allah berfirman, “Apabila Aku menguji hambaKu
dengan kedua matanya, kemudian dia bersabar, maka aku gantikan surga baginya.” (HR.
Bukhari)
Ø Kesabaran dapat menghapuskan dosa.
“Tidaklah seorang muslim mendapatkan kelelahan sakit, kecemasan,
kesedihan, mara bahaya dan juga kesusahan, hingga duri yang menusuknya,
melainkan Allah akan menghapuskan dosa-dosanya dengan hal tersebut.” (HR.
Bukhari dan Muslim)
Ø Kesabaran merupakan suatu keharusan.
“janganlah salah seorang diantara kalian mengangan-angankan
datangnya kematian karena musibah yang menimpanya. Dan sekiranya ia memang
harus mengharapkannya, hendaklah ia berdo’a, ‘Ya Allah, teruskanlah hidupku ini
sekiranya hidup itu baik untukku. Dan wafatkanlah aku, sekiranya itu lebih baik
bagiku.” (HR. Bukhari dan Muslim)