Selasa, 17 Maret 2020

Sepucuk Surat Dari Kelelawar

Oleh : Chou Zi Guang

Saya dipanggil KELELAWAR dan saya memiliki sesuatu yang sangat istimewa.
Dalam diriku mengandung ribuan racun penyakit.
Seperti virus anjing gila super ganas, virus Ebola, virus Han Da dan berbagai virus-virus lain yang mematikan.
Sumbangsihku kepada umat manusia adalah mengumpulkan virus-virus ganas dalam diriku sebagai tempat berlindung, agar tidak bertaburan di luar dan mengganggu keselamatan umat manusia.
Saya menyadari seluruh tubuhku adalah racun, maka saya rela bersedia tinggal di lubang-lubang goa yang gelap dan dingin.
Dengan mengandalkan kekuatan sendirti selama puluhan ribu tahun, semua virus itu saya tutup dan kunci rapat-rapat.
Malam-malam keluar dan subuh kembali, dalam kesepian dan kesendirian.
Bahkan dengan sengaja saya menampilkan wujud wajah seram dan mengerikan, agar membuat manusia menjauhiku dan tidak menyentuhku.
Akan tetapi tidak pernah terbayangkan bahwa umat manusia tidak dapat mengendalikan sikap serakah dan nafsu makan mereka.
Wahai umat manusia, tahukah kalian jika membuka kotak Pandora, maka seluruh virus petaka akan berhamburan keluar menjerat kalian.
Kalian bisa menjadikan ku sebagai santapan yang lesat, tapi virus-virus di tubuh saya akan kehilangan tempat tinggalnya.
Virus-virus ini perlu mencari rumah baru bagi mereka dan tubuh kalian penuh dengan lemak dan daging, bukannkah itu merupakan tempat yang cocok untuk virus-virus ini.
Saya hanya bisa mengeluh dengan penuh penyesalan.
Seluruh jerih payah saya selama ini pada akhirnya semua dirusak.
Saya hanya dapat membantu manusia menyampaikan Hukum Alam Semesta.
Melindungi hewan-hewan di alam semesta, sebenarnya bukan melindungi mereka, tapi justru untuk melindungi umat manusia.
Saya ingin lebih mendalam menyampikan kehidupan manusia haruslah harmonis dengan alam.
Manusia sebenarnya adalah mahkluk kecil di dalam alam semesta ini. Jangan lah manusia beranggapan bahwa dengan tercipta sebagai manusia lalu tidak ada yang ditakuti, sehingga mengganggap diri yang paling hebat dan berkuasa.
Hukum Alam sangat adil, saat engkau tidak menghargai kehidupan mahkluk lainnya, bencana dan malapetaka sudah diambang mata.
Terakhir saya masih ingin mengingatkan pada manusia, bahwa surat ini tidak mewakili pribadi para Kelelawar, tapi mewakili juga para Ular, Tikus, Burung-burung, Jangkrik, Belalang, Bintang Laut, Kuda laut dan seluruh hewan di Alam semesta ini.

Terjemah : Tim INLA Bali & IVA Bali.

#MARIHIDUPSELARASDENGANALAM

Masih Ngotot Mau Ke Masjid

By. Ahmad Sarwat, Lc.MA

Fatwa para ulama sudah lengkap, mau yang lokal macam MUI ataupun yang luar negeri, semua ada.

Mau yang versi salafi atau versi Al-Azhar, sepakat semua menjaga agar tidak terjadi penyebaran virus corona atau covid 19, dengan cara meniadakan shalat berjamaah termasuk Shalat Jumat.

Bahkan Masjid Al-Haram Mekkah dan Nabawi Madinah pun dibatasi. Ka'bah terlihat di TV berdiri sendiran, tidak ada lagi kumpulan manusia mengerubunginya. Imam As-Sudais nampak menyemprotkan cairan disinfektan ke tubuh Ka'bah Al-Musyarrafah.

Semua dalil sudah lengkap. Yang utama anjuran tisak ke masjid justru bukan karena shalat berjamaah itu hukumnya sunnah menurut jumhur ulama, tapi justru berkumpul itu sendiri merupakan madharat. Tidak peduli kumpul shalat atau kumpul yang lain.

Dalilnya adalah kaidah yang sudah kita pahami bersama, yaitu :

لا ضرر ولا ضرار

Intinya kita jangan sampai jadi korban  kemudharat dari orang lain dan juga tidak boleh jadi penyebab kemudharatan bagi orang lain.

الضرر يزال

Segala yang mengakibatkan kemudharatan harus dihilangkan.

Yang tidak pernah belajar Qawaid Fiqhiyah pasti bingung, itu ayat apa hadits? Kapan-kapan lah saya jelaskan.

Kalau Anda maksa juga mau ke masjid dengan alasan toh Anda tidak sakit, logika Anda bermasalah. Memang Anda mungkin tidak merasa sakit, karena kebetulan daya tahan tubuh Anda kuat.

Namun hanya Allah saja yang tahu kalau Anda membawa virus penyakit itu ke masjid apa tidak. Boleh jadi tanpa sadar justru ke masjidnya Anda itu malah menulari orang lain segitu banyak.

Sebagian orang di masjid mungkin tetap sehat-sehat saja tidak terkena virus bawaan Anda. Boleh jadi kebetulan karena stamina tubuh mereka lagi baik. Virusnya tidak mempan karena daya tahan tubuhnya baik. Sampai disitu logika Anda masih aman.

Tapi . . .

Bagaimana dengan jamaah yang kebetulan daya tahan tubuhnya sedang rendah? Mungkin karena dia lagi pas kecapean, mungkin dia sedang lelah, mungkin stress, kurang istirahat, kurang tidur, kurang minum dan lainnya.

Maka dia tidak bisa bertahan saat ketemu dengan virus bawaan Anda yang terjadi tanpa sadar.Anda pun pastinya juga tidak sadar kalau  sudah jadi pembawa virus jahat buat orang lain.

Disitulah Anda jadi berdosa besar, karena sudah jadi penyebab kemudharatan bagi orang lain.

Coba deh pelan-pelan mikirnya biar meresap.

Dan boleh jadi sebaliknya, Anda sendiri yang tubuhnya lagi kurang fit. Dan ternyata Anda tetap maksa ngotot kekukuh mau berjamaah ke masjid juga?

Mungkin Anda merasa iman Anda sudah cukup tebal. Toh Anda merasa selama ini sudah jadi anak sholeh terus,  nggak pernah bikin dosa, nggak pernah ngelawan orang tua, bela-belain Islam terus, masak sih Allah tega ngasih penyakit?

Banyak lho ustadz, kiyai, penceramah dan tokoh agama yang mikirnya macam wali kayak gitu. Ceramah pula ngajarin orang kayak gitu.

Padahal sekelas Umar pun menghindari wabah. Umar itu walinya para wali punya karamah. Wali mana yang bisa mengalahkan karamahnya Umar bin Al-Khattab radhiyallahuanhu?

Setan dan koleganya pun takut sama Umar. Kalau mereka pas lagi ngumpul, tiba-tiba dengar langkah kaki Umar, langsung pada ngacir, bubar, ngumpet, sembunyi dan mengamankan diri. 'Sakti' banget lah pokoknya Umar itu.

Tapi begitu dikabari bahwa Damaskus sedang dilanda wabah mematikan, Umar yang sudah di tengah perjalanan pun langsung balik kanan pulang ke Madinah.

Selevel Umar yang walinya para wali pun menghindar dari wabah. Tidak petantang petenteng menantang taqdir. Nggak sok kebal, nggak sok belagu. Beliau malah bilang dengan tegas :

من قدر الله إلى قدر الله

Urusan nyawa memang di tangan Allah. Tapi masuk ke area wabah secara sengaja, namanya bukan percaya taqdir, bukan pertanda iman tebal. Itu namanya bunuh diri.

Selama masih ada qadar Allah yang lain dan lebih manfaat, kenapa harus ngotot dengan qadar Allah yang madharat?

Jelas dan tegas pesan dari Umar. So, nggak usah petantang-petenteng di depan qadarnya Allah. Masuk ke masjid di musim wabah, terus ketularan orang lain dan jadi korban. Itu namanya Anda jadi terkena madharat secara sengaja.

Dalil keharamannya jelas sekali di Al-Quran :

ولا تلقوا بأيديكم إلى التهلكة

Jangan kau jatuhkan dirimu ke dalam kebinasaan (QS. Al-Baqarah : 195)

ولا تقتلوا أنفسكم

Jangan kau bunuh dirimu sendiri (QS. An-Nisa' :  29)

So, ketika fatwa ulama sudah lengkap untuk menghidari diri berlaku zhalim atau terkena kezhaliman, maka haram hukumnya untuk nekat melawan macam pahlawan kesiangan.

Ke masjid itu ibadah, tapi kalau di dalam masjid ada sekawanan srigala liar nan lapar  siap memangsa semua orang, masuk masjid itu hukumnya berubah jadi HARAM, pakai banget.

Bedanya dalam hal ini yang jadi srigala buas dan laparnya adalah diri kita sendiri. Kita saling jadi srigala bagi sesama.

Ada ungkapan dalam bahasa Latin : Homo homini lupus. Manusia jadi srigala bagi sesamanya. Bedanya, itu terjadi tanpa sadar.

Semoga kita semua dapat pencerahan dan dihindari dari petaka dan bahaya. Amin ya rabbal alamin.

Makna Wedal Sunda Kuno

Senen = Kembang
“Mentingkeun tetembongan diri, sok rapih. Loba dipikaresep ku jalma, berehan. Tapi, sok ‘asa aing, yeuh aing’, keukeuh peuteukeuh.”
2. Salasa = Seuneu
“Hade jiwa sosialna. Resep nulungan teu ningali sahana. Satia jeung hese beger deui. Tong wawanianan nipu jeung ngahianat ka manehna sabab gede tur goreng ambek jeung resep ngagede-gede masalah.”
3. Rebo = Daun
“Cicingeun, kalem, ngawibawa, oge hade basa jeung laku. Lamun geus kenal deukeut, kanyaohan dirina teh sok ngabungahkeun. Mikanyaah ka kulawarga. Tapi, babari kabawa arus, gampil percaya kana omongan anu can tangtu bener. Paling anti dititah.”
4. Kemis = Angin
“Teu gampil putus harepan, sumanget gawena hade, tekun, giat latihan. Sok teu betahan di imah. Kadang sok “ciga kacang poho kulitna”, loba omong, curigaan. Hadena tara ngadendam.”
5. Juma’ah = Cai
“Tenang, nyegerkeun, tapi oge sok ciga ombak, ngamuk. Cicingeun, tapi prinsipna “leuwih hade cicing daripada ngomong nu teu aya mangpaatna.” Wibawana tingkat luhur jadi loba dipika kagum ku jalma. Tapi egois, keukeuh kumaha manehna, sok “asa aing, yeuh aing!” jeung sagala kahayangna kudu dicumponan.”
6. Sabtu = Taneuh/Bumi
“Pisikna kuat, pendirianna oge, kokoh jeung kuat hate. Cita-citana luhur jeung berehan. Moal asa-asa mere anu dipikaboga asalkeun bisa nulungan batur. Gorengna, sok hayang nguasaan jeung ngabogaan naon bae anu dipikaresep, rada egois, jeung sombong. Tapi teu gancang putus asa jeung leukeunan ikhtiar.”
7. Ahad = Mega/Langit
“Loba babaturannana. Pergaulanna luas saluas mega. Hade basa jeung laku ka sasaha. Pinuh sumanget gawe. Kurangna sok kamalinaan kana kasedih, sagala kahayangna kudu dicumponan, lamun henteu? Manehna bakal ngusahakeun ku cara naon bae. Lamun soal cinta, manehna satia jeung lain tipe gampangan.”

Cara Cepat Dapat Jodoh

Buat kamu yang sedang galau karena belum bertemu dengan jodoh kamu atau calon pendamping hidupmu. Maka sebaiknya lakukan tips berikut ini:

1. Tetap istiqomah memperbaiki diri menjadi pribadi soleh/solihah.
2. Bermimpilah punya pendamping hidup yang soleh/solihah.
3. Yakin kepada Allah bahwa Dia sudah menyiapkan calon pendamping yang baik
4. Jangan pacaran
5. Carilah yang baik agamanya
6. Berdo'alah agar diberi pendamping yang bisa menemani hingga surga
7. Berikhtiar dengan cara yang baik, jangan dengan cara maksiyat atau syirik
8. Sabar dalam masa penantian
9. Mengisi masa sendiri dengan segudang amal surgawi
10. Tawakal kepada Allah
11. Berbaik sangka kepada Allah
12. Gabunglah dengan biro jodoh syar'i yang hanya proses ta'aruf langsung nikah

Cara Cepat Dapat Rizki

Setiap orang pasti pernah mengalami masalah sulit dalam kehidupan. Kesulitan ekonomi, gagal dalam bisnis, menderita sakit, dan sebagainya. Karena memang begitulah kehidupan, pasti berpasangan. Siang malam, bumi langit, kaya miskin, susah senang, semuanya berpasangan. Nah, bagaimana agar kita bisa cepat keluar dari masalah atau Allah memberikan pertolongan dengan segera? Salah satunya acara untuk mempercepat pertolongan Allah adalah dengan sedekah.

Sedekah salah satunya fungsinya adalah menjemput pertolongan Allah. Maka mulai saat ini ayo kita perbanyak sedekah. Perbanyak sedekah kepada orang-orang yang sangat membutuhkan. Insya Allah pertolongan Allah akan segera datang.

Bersedekahlah meski kondisi dalam kekurangan dan kesulitan. Bersedekahlah dengan mengutamakan memberi kepada yang wajib kita nafkahi yaitu keluarga anak dan istri. Setelah itu selanjutnya kepada kedua orang tua kita, kepada karib kerabat, setangga dan lainnya. Bersedekahlah dengan spontan jangan terlalu lama mikir. Pas ada peluang amal untuk bersedekah, langsung saja keluarkan uang yang ada sesuai yang dibutuhkan.

Ayo semangat bersedekah untuk meraih kebaikan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Lepaskanlah sifat bakhil dalam diri. Karena bakhil justru akan menjauhkan diri dari segala kebaikan, keberkahan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Jumat, 13 Maret 2020

Primitif Zaman Now

Generasi muda nu hirup di zaman milenial ayeuna tapi perilakuna primitif, kacida pisan. Belegug beak tikarep, bodo beak tikarep, bedegong beak tikarep, kuper beak tikarep, ngedul beak tikarep, coner beak tikarep, cengeng beak tikarep, bangkar warah beak tikarep, baong beak tikarep.

Ngan Bisa Ikhtiar

Skenario hirup jalma atawa episode perjalanan kahirupan jalma mah ghoib teu aya nu apaleun, salian Allah nyalira. Matak jalma ngan saukur dibere lolongkrang keur ikhtiar wungkul jeung dibarengan ku ngado'a ka Allah. Naha bet dighoibkeun atuh? Tangtu aya hikmah di satukangeun dighoibkeunana kahirupan nu bakal kaalaman ku manusa. Diantarana nya sangkan manusa ngalakukeun usaha atawa bajoang keur ngajemput takdir hadena. Sabab naon nu dilakukeu ku manusa di bajoang ngahontal kahadean hirup, bakal dicatet jadi ibadah jeung diganjar ku balesan di dunya jeung pahala di aherat.

Maot Mah Pasti

 Waktu nu ayeuna keur ka sorang mangrupa anugrah tur amanah ti Gusti Allah nu kudu digunakeun keur bebekelan mangsa jaga mulang ka alam baqa...