Rabu, 11 Maret 2020

Saat Allah menolongku melalui keluargaku


Setalah motorku diserahkan ke Adira Finance. Adik iparku Amir menyatakan siap untuk membantuku dengan memberikan pinjaman sebesar 1,5 juta.
Mertuaku, pak Eman menghampiriku setelah sholat Isya dan menyuruhku untuk segera menebus cicilan yang dua bulan belum dibayar. Dia memberikan pinjaman sebesar Rp. 1,3 juta.
Tapi, ternyata setelah aku ke kantor Adira. Aku harus bayar cicilan sebanyak 3 bulan dan biaya administrasi pengambilan motor dari gudang sebesar Rp. 2.010.000,-.
Aku akhirnya pulang tanpa membawa motor. Dan esoknya pas hari Senin, Iim adik iparku menyatakan bahwa dia punya uang Rp. 600ribu yang bisa aku pinjam. Akhirnya aku pinjam uang iim.
Karena ada kesanggupan itu aku punya keyakinan bahwa hari Jum’at 8 Februari Amir akan menyerahkan uang pinjaman itu. Sehingga, pas keponakanku Ude menagih uang yang 1,5 juta, yang dia perlukan untuk acara hari Ahad 10 Februari. Aku berikan uang yang sudah ada untuk menebus motor itu kepada Ude.
Namun, ternyata ceritanya lain. Ternyata Amir menyatakan bahwa uang yang akan dia pinjamkan itu tidak ada. Karena hanya pas-pasan untuk menutupi kebutuhannya saja.
Akhirnya, bingung yang telah hilang itu datang kembali menyelimuti kepalaku. Aku berpikir lagi, kepada siapa lagi aku ikhtar pinjam uang untuk bayar tebusan hari Senin besok?
Sebelum waktu asar, Yati adikku meng chat aku. Dia bilang bahwa dia hanya punya 800ribu yang bisa aku pinjam. Dan aku ceritakan apa yang terjadi. Akhirnya Yati menyanggupi memberikan pinjaman sebesar 1 juta. Dan 1 juta lagi yang aku pegang. Alhamdulillah, uang untuk tebus motor hari Senin sebesar Rp. 2.010.000,- sudah ada. Mudah-mudahan Senin motor bisa aku bawa pulang. Dan hari Selasanya aku bisa kembali antar jemput anakku Nasrul sekolah.
Hasbunallah wa ni’mal wakil ni’mal maula wa ni’man nashir. Ya Allah! Engkau benar. Engkau tidak memberikan suatu beban masalah yang diluar kemampuan hamba memikulnya. Dan engkau pasti setiap kali memberikan masalah sudah berikut dengan solusinya. Manusia hanya diwajibkan memaksimalkan ikhtiar. Total berserah diri, penuh harap dan yakin akan datangnya pertolongan Allah.

Maot Mah Pasti

 Waktu nu ayeuna keur ka sorang mangrupa anugrah tur amanah ti Gusti Allah nu kudu digunakeun keur bebekelan mangsa jaga mulang ka alam baqa...