Setalah motorku diserahkan ke Adira Finance. Adik iparku
Amir menyatakan siap untuk membantuku dengan memberikan pinjaman sebesar 1,5
juta.
Mertuaku, pak Eman menghampiriku setelah sholat Isya dan
menyuruhku untuk segera menebus cicilan yang dua bulan belum dibayar. Dia
memberikan pinjaman sebesar Rp. 1,3 juta.
Tapi, ternyata setelah aku ke kantor Adira. Aku harus
bayar cicilan sebanyak 3 bulan dan biaya administrasi pengambilan motor dari
gudang sebesar Rp. 2.010.000,-.
Aku akhirnya pulang tanpa membawa motor. Dan esoknya pas
hari Senin, Iim adik iparku menyatakan bahwa dia punya uang Rp. 600ribu yang
bisa aku pinjam. Akhirnya aku pinjam uang iim.
Karena ada kesanggupan itu aku punya keyakinan bahwa
hari Jum’at 8 Februari Amir akan menyerahkan uang pinjaman itu. Sehingga, pas
keponakanku Ude menagih uang yang 1,5 juta, yang dia perlukan untuk acara hari
Ahad 10 Februari. Aku berikan uang yang sudah ada untuk menebus motor itu
kepada Ude.
Namun, ternyata ceritanya lain. Ternyata Amir menyatakan
bahwa uang yang akan dia pinjamkan itu tidak ada. Karena hanya pas-pasan untuk
menutupi kebutuhannya saja.
Akhirnya, bingung yang telah hilang itu datang kembali
menyelimuti kepalaku. Aku berpikir lagi, kepada siapa lagi aku ikhtar pinjam
uang untuk bayar tebusan hari Senin besok?
Sebelum waktu asar, Yati adikku meng chat aku. Dia
bilang bahwa dia hanya punya 800ribu yang bisa aku pinjam. Dan aku ceritakan
apa yang terjadi. Akhirnya Yati menyanggupi memberikan pinjaman sebesar 1 juta.
Dan 1 juta lagi yang aku pegang. Alhamdulillah, uang untuk tebus motor hari
Senin sebesar Rp. 2.010.000,- sudah ada. Mudah-mudahan Senin motor bisa aku
bawa pulang. Dan hari Selasanya aku bisa kembali antar jemput anakku Nasrul
sekolah.
Hasbunallah wa ni’mal wakil ni’mal maula wa ni’man
nashir. Ya Allah! Engkau benar. Engkau tidak memberikan suatu beban masalah
yang diluar kemampuan hamba memikulnya. Dan engkau pasti setiap kali memberikan
masalah sudah berikut dengan solusinya. Manusia hanya diwajibkan memaksimalkan
ikhtiar. Total berserah diri, penuh harap dan yakin akan datangnya pertolongan
Allah.