Setelah sholat Shubuh saya bersiap
berangkat
Sebagaimana rencana awal
Ke Al-Jihad dulu, lalu pergi ke
Adira
Sampai Al-Jihad pukul 06.00
Aku diam dulu di Al-Jihad selama 30
menit
Pukul 06.30 aku berangkat ke Adira
dngan naik Elp
Sampai Adira pukul 08.00
Aku menunggu 30 menit
Pukul 08.30 pa Nanang datang
Aku bersama pa Nanang naik ke
lantai dua
Kemudian si CS bilang, maaf pa!
Belum bisa diambil sekarang
Besok bapak ke sini lagi jam 10,
jangan terlalu pagi
Ya. Inilah cerita hari Senin ini
Aku ditakdirkan belum bisa membawa
pulang motor kesayanganku
Ya. Mau apalagi, ini takdir-Nya
Aku hanya bisa menerimanya saja
Tak bisa berbuat apa-apa
Setelah keluar kantor Adira
Aku pulang menuju Al-Jihad
*******************************************************************
Kronologis:
Kamis 31 januari aku janji akan
bayar tunggakan cicilan 2 bulan jam 2
Kemudian diundurkan jadi jam 5-7
malam
Jam 7 malam belum ada uang untuk
bayar
Jam 7.30 aku serahkan motor pada pa
Nanang Adira
Lalu aku pulang
Besoknya, Jum’at 01 Februari Amir
bilang biar nanti Amir kasih pinjaman
Sabtu malam Ahad,
Mertuaku memberikan pinjaman 1,3
juta
Dan menyuruhku untuk mengambil
motor
Ahad aku konfirmasi ke pa Nanang
Pa Nanang bilang, “Besok aja pa ke
kantor”.
Senin aku ke kantor Adira
Tapi kata pihak Adira aku harus
bayar cicilan 3 bulan kalau mau ambil motor yang dipending jual dan bayar
administrasi ambil 150rb.
Aku pulang, dan adikku Iim ngasih
pinjaman 600rb
Hari Rabu aku ke kantor Adira lagi
Pihak Adira bilang, bahwa harus
Senin tanggal 11 motor baru bisa diambil
Hari Senin 11 Februari aku ke Adira
lagi
Tapi pihak Adira bilang maaf pa
sekarang belum bisa diambil
Bapa besok saja ke sini lagi jam 10
Jangan terlalu pagi ke kantornya